Pentingnya pendidikan anak usia dini

Menurut Mae Chu Chang, seorang ahli pendidikan dari UNESCO bahwa Investasi pendidikan tertinggi adalah pada usia dini karena dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih stabil dan baik ketimbang investasi pada tingkat usia dijenjang pendidikan yang lain misalnya SD, SMP SMA SMK, STM atau tingkat Mahasiswa sekalipun.

Alasannya? karena awal pembentukan karakter seseorang hanya bisa terbentuk pada sistem pendidikan anak usia dini dan bukan pada usia yang telah beranjak dewasa.

Pernyataan tersebut memperkuat lembaga lembaga pendidikan non formal untuk semakin mengembangkan dan memajukan sistem belajar mengajar yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan anak. kini bentuk pendidikan anak usia dini telah semakin tumbuh dewasa karena sistem belajar mengajarnya diawali dengan pengembangan motorik, lalu kecakapan dalam berkomunikasi, kepandaian dalam bersosiologi dengan lingkungan lain, belajar tentang moral dan budi pekerti lalu berkembang pada belajar tulis menulis yang kini sudah diterapkan di pendidikan anak usia dini dalam kategori Kindergarten Children (TK).

Fakta pentingnya pendidikan usia dini

Banyak yang beranggapan jika pendidikan anak usia dini hanya membuang waktu dan biaya karena usia 2 sampai 4 tahun masih sulit untuk menerima pelajaran apapun, dan memang sesungguhnya pengadaan pendidikan anak usia dini bukan pendidikan formal yang berfokus pada pelajaran yang telah di atur oleh negara misalnya belajar Ipa, Ips, Matematika, Biologi dan lain lain

Pendidikan anak usia dini memang lebih mengarah pada pembentukan karakter anak berupa kemandirian, mampu mengolah kreatifitas dan keterampilan mengolah dan mengembangkan motoriknya, dimana hal itu sudah dapat terlihat ketika anak memasuki usia 2 sampai 4 tahun.

Ketika anak melanjutkan pada jenjang pendidikan dasar selanjutnya, maka si anak sudah mampu memanfaatkan pola berfikirnya lebih logis dan kritis serta mampu mengembangkan bakat dan minatnya untuk kesejahteraannya sendiri dan menjadi sebuah kebangaan terhadap lingkungannya dan telah siap menerima pelajaran formal atau ilmu pengetahuan dalam bentuk lain (non formal).

Berikut adalah pentingnya pendidikan anak usia dini :

  1. Agar anak dapat mengembangkan keterampilan dn kecerdasan dalam mengatur, mengontrol dan memgendalikan gerakan motorik halus dan kasarnya agar dapat menyerap dan memahami serta peka dengan rangsangan sensorik dengan baaik tanpa bantuan orang lain (mandiri)
  2. Agar anak dapat mengerti, memahami dan berfikir secara positif, logis, kritis dan kreatif dalam mencerna kata kata ketika berkomunikasi dengan lingkunganya dan mampu mencari jalan terbaik bagi masalahnya sendiri dan dapat memahami lingkungan sosial serta keragaman sosial budaya.
  3. Pendidikan anak usia dini adalah gerbang pertama sebelum anak anak usia dini melangkah pada jenjang pendidikan dasar berikutnya dan berlanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  4. Pembinaan, pengajaran, penerapan moral dan memperbaiki kecerdasan seseorang serta memberikan cara meningkatkan semangat belajar untuk menjadi pribadi yaang lebih kreatif, mandiri , santun dan cerdas sekaligus mampu melihat bakat dan minat yang dimiliki yang kelak bisa menjadi sumber daya manusia yang banyak bermanfaat bagi masyarakat luas.
  5. Pada usia dini adalah masa termudah untuk membentuk seseorang menjadi manusia yang di inginkan sesuai harapan orang tua. Mendidik dan mengarahkannya kemandirian, kecerdasan, berprilaku yang baik dan menerapkan norma norma agamapun masih dapat dengan mudah dilakukan pada usia 1 sampai 6 tahun.
  6. Di usia sebelum mencapai 8 tahun biasanya anak anak memiliki rasa keingintahuan yang masih sangat kuat dan rasa ingin menjadi anak yang kreatif daripada orang lain ketika menemukan hal hal yang baru termasuk pelajaran sekolah yang mencakup semua aspek , maka anak anak akan mudah menyerap dan mudah menerima ilmu pengetahuan apapun yang sedang ingin diketahuinya.
  7. Pada usia 0 sampai 6 tahun otak anak sebenarnya sedang aktif dan mudah menyerap serta menerima informasi hingga mencapai 80 persen, yang artinya fisik, mental dan spiritualnya akan terbentuk dengan perlahan lahan seiring bertambahnya kecerdasan dan munculnya bakat dan minatnya, misalnya bakat menyanyi, menari, bermain piano, bermain biola, melukis dan lain lain.
  8. Pentingnya pendidikan anak usia dini tak lain untuk membentuk dan mengarahkan seseorang pada pribadi yang kuat (tidak mudah putus asa), dan lebih kreatif, meningkatkan rasa percaya diri serta memupuk kemandirian di dalam kecerdasan yang mereka miliki yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan dasar selanjutnya.
  9. Pendidikan anak usia dini dilakukan dan dibutuhkan karena disesuaikan dengan perkembangan jaman yang menuntut adanya perubahan prilaku yang lebih berkualitas dan kecerdasan generasi muda yang lebih maju ,agar kelak dapat lebih siap dan dapat bermanfaat bagi perkembangan bangsa yang sudah mulai kearah yang lebih modern dengan segala inovasi terbaru yang selalu lahir pada tiap tahunnya. hal itu dibutuhkan kecerdasan yang berbeda dimasa depan .

Pendidikan non – formal sangat penting untuk anak anak usia dini karena mampu untuk meningkatkan dan memperbaiki kemandirian dan kekreatifitasan anak dalam bakat dan minatnya yang harus segera diasah dan dikembangkan agar anak menjadi dapat menjadi bekal untuk kemajuan hidupnya. Setelah menjalani masa masa sekolahnya di pendidikan non- formal maka mental anak sudah siap untuk melanjutkan pada jenjang pendidikan dasar selanjutnya.

Prinsip Pelaksanaan Pendidikan Usia Dini

Mendapat pengajaran yang baik di daycare / sekolah lalu didukung kebiasaan yang baik pula saat berada di lingkungan rumah, maka anak akan lebih kreatif, mandiri dan mampu menganalisa hal yang baik dan benar karena sebelumnya pada pendidikan usia dini anak telah mendapat pembelajaran tentang cara berfikir logis dan lebih kritis.

Prinsip prinsip utama yang digunakan dalam pelaksanaan di dalam pendidikan anak usia dini adalah :

  • Menerapkan sistem kemandirian – Mengembangakan sistem kemandirian dapat berupa mengembangkan kecakapan , hobi, kesukaan, bakat  dan keterampilan anak melalui kebiasaannya. kondisi ini dilakukan agar anak mampu lebih mandiri, memiliki rasa tanggung jawab atas perbuatan sendiri dan mampu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari hari
  • Memanfaatkan media edukatif – Memanfaatkan media edukatif dari benda benda yang ada dilingkungan alam atau menggunakan alat alat yang bersifat alam yang disediakan dari pihak pendidik untuk belajar dan mengenal alam dari dekat
  • Berorientasi pada kebutuhan anak secara sistematik – Anak usia dini adalah masa masa terbaik untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan yang berhubungan dengan fisik dan psikis anak anak termasuk intelektual, motorik, sensorik, sosio emosional atau tata bicara.
  • Belajar sambil bermain – Bermain adalah salah satu media untuk melakukan awal pendidikan dalam bidang belajar komunikasi dan belajar beradaptasi dengan orang lain yang di dalamnya mencakup cara bereksplorasi dan pengendalian benda benda sekitarnya.
  • Lingkungan yang aman – Lingkungan bermain harus dibuat dengan menarik, unik, penuh dengan pemakaian warna dan gambar yang disesuaikan usia mereka sehingga dapat tercipta rasa nyaman, rasa aman dan penuh semangat ketika anak anak sedang bersosialisasi dengan anak anak lain.

Usia umum bagi pendidikan usia dini

  1. Pendidikan Non formal infant yaitu usia 0 sampai 1 tahun
  2. Pendidikan Toddler yaitu usia 2 sampai 3 tahun
  3. Pendidikan Playgroup yaitu usia 2 sampai 4 tahun
  4. Pendidikan Kindergarten children (TK) usia 3 sampai 6 tahun
  5. Pendidikan Early primary school (Awal sekolah dasar) 6 sampai 8 tahun

Kecerdasan , keterampilan , kemandirian, ,kreatifitas serta kepandaian beradaptasi dengan lingkungan didapat dan terbentuk dari 3 faktor yang mendominasi, antara lain:

  1. Mampu mengerti dan memahami diri sendiri termasuk mengerti letak kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya.
  2. Mampu mengerti dan memahami cara bersosialisasi dengan baik dengan orang lain tanpa membedakan status sosial seseorang
  3. Mampu mengerti dan memahami hubungan dirinya dengan Tuhan yang maha kuasa (menurut agama dan kepercayaan masing masing)

3 faktor tersebut dapat mempengaruhi kekuatan, keyakinan anak dan mempermudah orang tua untuk mencari solusi terbaik untuk bagaimana mengarahkan dan mengembangkan minat dan bakat anak anaknya.

sumber : https://goo.gl/VNIkfH

No Comments

Enroll Your Words

To Top