daycare-dan-babysitter

Perbandingan DayCare dan Baby Sitter dari segi biaya

Zaman sekarang, sudah jamak kita temui pasangan muda yang sama-sama bekerja dan terpaksa meninggalkan anak-anak mereka di rumah. Dilema meninggalkan anak di rumah untuk mencari nafkah di luar rumah menjadi isu klasik para orangtua muda di perkotaan, termasuk Jakarta.

Hidup di perkotaan sebagai masyarakat urban, agak sulit mengandalkan bantuan keluarga dekat atau tetangga untuk dimintai tolong menjaga anak-anak ketika si orangtua kerja. Apalagi bila status Anda adalah perantauan dan tidak memiliki sanak saudara dekat.

Jalan keluar yang banyak ditempuh oleh para orangtua bekerja adalah memakai jasa pengasuh anak alias babysitter, baik pengasuh anak full time maupun pengasuh anak pulang pergi.

Akan tetapi, kemunculan banyak kasus yang melibatkan para babysitter yang berisiko mencelakai anak yang diasuh, melahirkan banyak ketakutan pada para orangtua. Akhirnya, tidak sedikit orangtua yang memilih menitipkan anak ke jasa tempat penitipan anak alias daycare.

Pilihan menitipkan anak pada pengasuh anak atau daycare sering menjadi topik yang tidak habis-habis dibicarakan oleh para orangtua.

Namun, manakah di antara kedua itu yang lebih hemat dan ramah di kantong para orangtua? Yuk, melihat satu per satu:

1. Gaji pengasuh vs Biaya daycare

Bila Anda mempekerjakan seorang pengasuh anak atau babysitter penuh waktu, minimal gaji yang berlaku di Jakarta dan sekitarnya untuk saat ini sudah di atas Rp 3 juta per bulan.

Itu adalah gaji bersih di luar biaya seragam, biaya makan dan tempat tinggal si pengasuh di rumah Anda, dan bonus-bonus. Jadi, faktualnya, Anda akan mengeluarkan biaya untuk babysitter lebih dari nilai gaji bersihnya.

Anda bisa mempekerjakan pengasuh anak paro waktu dengan biaya lebih murah. Minimal, Anda tidak harus menanggung biaya makan dan tempat tinggal si babysitter.

Adapun daycare atau tempat penitipan anak menetapkan tarif yang beragam. Di Jakarta dan sekitarnya, tersedia berbagai macam pilihan daycare mulai yang kelas premium dengan biaya Rp 7 juta per bulan per anak hingga kelas bawah dengan tarif mulai Rp 2 juta per bulan.

Daycare juga biasanya menetapkan biaya pendaftaran, biaya bulanan, biaya ekstra bila terlambat menjemput, dan lain sebagainya.

2. Biaya makan anak dan mainan

Menitipkan anak di daycare dengan layanan dan fasilitas yang lengkap memang bisa menguras kantong cukup dalam. Namun, umumnya daycare yang berani memasang tarif mahal melengkapi layanannya dengan fasilitas makan dan camilan untuk anak asuh.

Fasilitas berupa mainan juga biasanya tersedia lengkap. Di sisi ini, para orangtua tidak perlu repot menyiapkan makanan sendiri dan mengeluarkan biaya belanja untuk makanan anak. Begitu juga anggaran pembelian mainan bisa ditekan karena anak bisa bereksplorasi dengan mainan di daycare.

Sebaliknya, bila Anda memakai jasa pengasuh anak, kebutuhan menyiapkan makanan menjadi tanggungjawab Anda sendiri. Sama halnya dengan pemenuhan kebutuhan mainan anak untuk mendukung tumbuh kembang anak Anda.

3. Biaya alat pendukung vs biaya transportasi

Bila Anda menitipkan anak melalui jasa babysitter, Anda perlu menyisihkan dana untuk melengkapi fitur pengawasan agar keamanan anak bisa lebih terjamin.

Misalnya, membeli kamera pengawas CCTV. Harga CCTV yang bisa dipantau lewat mobile phone tidak mahal. Di pasar saat ini banyak tersedia produk CCTV dengan harga di bawah Rp 500.000 per unit.

Adapun ketika Anda menitipkan anak di daycare, Anda perlu berhitung biaya transportasi mengantar jemput anak ke tempat penitipan anak.

4. Biaya fleksibilitas

Mempekerjakan babysitter penuh waktu memberi keuntungan nonmaterial berupa fleksibilitas waktu. Anda tidak perlu terburu-buru pulang dari tempat kerja demi mengejar batas waktu penjemputan anak.

Sebaliknya, bila di daycare, Anda harus bisa memastikan menjemput anak di waktu yang sudah pasti. Bila tidak, maka akan ada biaya keterlambatan yang harus Anda bayarkan pada daycare tersebut.

Source : https://goo.gl/7jzc3J

No Comments

Enroll Your Words

To Top